Berdasarkan catatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi solar subsidi bagi nelayan dengan kapal di bawah 30 GT pada 2026 mengalami sedikit penurunan sekitar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, alokasi solar subsidi tercatat sebesar 18,41 juta kiloliter (KL), sedangkan realisasinya mencapai 18,88 juta KL atau melebihi kuota yang telah disediakan pemerintah.
Baca Juga:
Viral Foto Main Domino dengan Tersangka, Menhut Raja Juli Antoni Minta Maaf ke Publik
Sementara itu, pada 2023 alokasi solar subsidi berada di angka 17,40 juta KL dengan realisasi mencapai 17,62 juta KL.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan bahan bakar bagi aktivitas perikanan tangkap nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Solar subsidi untuk nelayan dengan harga 6800/liter pemerintah memberikan subsidi 1000 rupiah/liter. Harusnya solar subsidi harganya 7800/liter. Harga ini masih terjangkau dan meringankan para nelayan kecil kita,” tambah wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VII ini.
Baca Juga:
Tak Sepakat Soal Pendidikan Barak Militer, Nuryadi Darmawan Sampaikan Hal Ini
Politisi Fraksi PKS itu menegaskan bahwa kehadiran negara sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan usaha nelayan kecil.
Pemerintah diminta bergerak cepat dan responsif menghadapi kondisi energi dunia yang tidak menentu agar masyarakat pesisir tidak semakin terbebani.
Menurut Riyono, nelayan kecil memiliki kontribusi besar terhadap kebutuhan pangan dunia, khususnya penyediaan protein dari hasil laut.