Namun, menurutnya, keberadaan aturan yang banyak belum tentu berbanding lurus dengan keberhasilan pelaksanaan di lapangan.
"Jadi ini menurut saya perlu juga disampaikan seperti apa pola-pola best practice dari orang tua asuh stunting," katanya.
Baca Juga:
UKSW Berhasil Pulihkan 16 Anak dari Stunting, Wihaji: Selamatkan Satu Anak Selamatkan Generasi
Politisi Fraksi PKS itu juga meminta BKKBN memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bentuk pendampingan yang dilakukan para orang tua asuh kepada keluarga sasaran.
Ia menekankan bahwa masyarakat perlu mengetahui sejauh mana kontribusi para orang tua asuh dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi, perawatan anak, hingga pendampingan keluarga yang rentan mengalami stunting.
"Apakah kemudian orang tua asuh stunting ini secara rutin memberikan asupan bergizi buat keluarga berisiko stunting atau kemudian sebagiannya memang memelihara secara khusus, merawat secara khusus seperti itu. Nah ini penting untuk diperjelas gerakan orang tua asuh stunting," tegasnya.
Baca Juga:
Daerah Ini Jadi Sorotan, Karena Ramai Pasangan Kumpul Kebo
Lebih lanjut, Netty menegaskan bahwa indikator keberhasilan program tidak boleh hanya berfokus pada banyaknya individu, lembaga, maupun perusahaan yang terlibat sebagai orang tua asuh stunting.
Yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana program tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata berupa penurunan prevalensi stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak di masyarakat.
Karena itu, ia mendorong BKKBN untuk memastikan setiap kegiatan dalam program GENTING memiliki mekanisme pengawasan, evaluasi, dan pengukuran kinerja yang jelas.