Hal itu tak lepas dari kebiasaan Paulus kecil yang sering diajak melihat langsung latihan militer saat Luhut masih bertugas aktif.
“Iya itu memang lucu, karena saya Dan Sat-81, waktu itu Paulus masih kecil kan. Jadi setiap ada nembak setiap latihan saya ajak dia untuk lihat-lihat di Bugis, Markas Sat-81,” ujar Luhut.
Baca Juga:
Luhut Minta Prabowo Tetap Optimistis Soal Ekonomi RI
Ia menyadari bahwa lingkungan dan pengalaman masa kecil tersebut bisa membentuk ketertarikan anak terhadap profesi orang tuanya.
“Itu mungkin yang membuat dia (terobsesi), jadi kita ini bahaya juga kalau anak kita terus melihat pekerjaan kita ini bisa jadi terobsesi untuk menjadi begitu,” katanya.
Meski demikian, Luhut tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya melihat capaian Paulus hingga dipercaya memimpin sebuah brigade.
Baca Juga:
Tarif Impor Lebih Rendah, Luhut: Vietnam dan Taiwan Incar Relokasi Pabrik ke Indonesia
Ia bahkan mengaku nyaris menitikkan air mata saat menyaksikan momen pelantikan tersebut.
“Nah itulah, kebetulan dia pengen jadi tentara, saya beritahu, saya ingatkan dia tentara itu enggak gampang. Lalu dia bilang ‘saya janji, saya akan lalui’. Yasudah tadi itu dealnya, tadi saya juga nyaris meneteskan air mata karena Tuhan kasih kesempatan buat dia untuk jadi komandan Brigade,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Paulus yang kini berpangkat Letnan Kolonel telah ditempa melalui berbagai penugasan strategis, baik di dalam maupun luar negeri.