Meski saat ini memberikan dukungan penuh, Luhut mengungkapkan bahwa pada awalnya ia sempat menentang pilihan Paulus untuk meniti karier di dunia militer.
Menurutnya, menjadi tentara bukanlah profesi yang mudah dan penuh dengan tantangan berat.
Baca Juga:
Luhut Minta Prabowo Tetap Optimistis Soal Ekonomi RI
“Saya sudah bilang Paulus, sebenarnya saya tidak suka Paulus dulu jadi tentara. Tapi itulah perjalanan hidup,” kata Luhut.
Namun, kegigihan dan tekad Paulus membuat Luhut akhirnya luluh dengan satu kesepakatan khusus yang harus dipenuhi oleh sang anak.
“Dia tetap ngotot untuk jadi tentara, ya sudah. Tapi kita deal, asal kamu masuk Kopassus, gitu. Jadi dia masuk Kopassus,” tuturnya.
Baca Juga:
Tarif Impor Lebih Rendah, Luhut: Vietnam dan Taiwan Incar Relokasi Pabrik ke Indonesia
Luhut menambahkan bahwa Paulus juga harus melalui serangkaian tahapan seleksi, termasuk tes psikologi, yang hasilnya dinilai sangat baik.
Ia pun mengingatkan bahwa menjadi prajurit berarti siap menghadapi penderitaan dan tidak hanya membayangkan sisi kenyamanan semata.
Ketertarikan Paulus terhadap dunia militer, lanjut Luhut, sebenarnya sudah tampak sejak usia dini.