Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam kepemimpinannya saat ini.
“Terus perjalanan karir dia, dia pergi ke Papua, tugas ke Lebanon, tugas ke UN, dan sekarang dia balik dan diberikan kehormatan untuk jadi Danbrigif 18,” ujarnya.
Baca Juga:
Luhut Blak-blakan Subsidi Energi RI Belum Tepat Sasaran: 62,89 Persen Dinikmati Orang Kaya
Luhut menekankan bahwa kunci utama kepemimpinan seorang komandan terletak pada keteladanan dan disiplin.
Keteladanan yang dimaksud mencakup cara berpikir, bersikap, hingga pembentukan karakter yang kuat. Ia juga berpesan agar Paulus selalu mencintai serta melindungi anak buahnya.
“Jadi kamu harus mencintai anak buahmu. Memberikan teladan, contoh secara fisik, secara mental, secara ilmu pengetahuan,” ucap Luhut.
Baca Juga:
Sejarah Berdirinya Satuan 81 Kopassus, Pasukan Elit Anti Teror TNI Bentukan Prabowo Subianto Dan Luhut Panjaitan
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga loyalitas dan disiplin sebagai prajurit TNI yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas negara.
“Jadi jangan pernah kamu cederai loyalitasmu pada negara, loyalitasmu pada institusi, brigademu, disiplinmu, karena kuncinya itu disiplin. Karena di Kopassus itu disiplin adalah nafasku. Dan itu benar banget,” tegasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.