WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa Kementerian UMKM telah membentuk program khusus bertajuk Klinik UMKM Bangkit sebagai respons cepat pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban pelaku usaha terdampak, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Surplus Jagung 2025 Capai 0,47 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Tanpa Impor pada 2026
Menurut Maman, Klinik UMKM Bangkit menghadirkan berbagai layanan strategis, mulai dari dukungan pembiayaan, penguatan pemasaran produk lokal, hingga bantuan terhadap proses produksi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di tengah kondisi pascabencana.
Ia menjelaskan, pada aspek pembiayaan, pemerintah memberikan relaksasi terhadap pinjaman usaha, piutang, serta melakukan pemetaan terkait kemungkinan penghapusan kewajiban finansial di wilayah tertentu yang terdampak cukup parah.
Baca Juga:
Penanganan Bencana Jadi Prioritas, Pemerintah Anggarkan Hingga Rp 60 Triliun di APBN 2026
Kebijakan ini diambil agar pelaku UMKM dapat kembali berusaha tanpa dibayangi tekanan hutang.
“Terkait piutang, pinjaman usaha, dan lain sebagainya UMKM di wilayah terdampak diberikan relaksasi, dan nanti akan kita petakan mana-mana saja yang akan dihapuskan. Itu yang pertama dulu, agar para usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah-daerah terdampak itu tidak diberikan beban,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Terbatas Menteri (RTM) terkait Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana Sumatra di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Selain fokus pada pembiayaan, Maman menuturkan Kementerian UMKM juga menggerakkan upaya pembelian produk lokal serta memberikan dukungan produksi bagi pelaku usaha terdampak.