Pemerintah turut mengaktifkan semangat gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan pembersihan warung, toko, dan pasar tradisional agar roda perekonomian dapat segera kembali berputar.
Ia menambahkan, berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah dan kini memasuki tahap pemantauan pemulihan secara menyeluruh.
Baca Juga:
Surplus Jagung 2025 Capai 0,47 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Tanpa Impor pada 2026
Pemerintah menargetkan fase rekonstruksi serta pemulihan ekonomi dapat dimulai pada 9 Januari mendatang melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Pada prinsipnya kami kementerian UMKM akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk menindaklanjuti pemberdayaan ekonomi ini. Serta menumbuh kembangkan kembali UMKM-UMKM yang ada di daerah terdampak,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Riefky Harsya turut menyampaikan pandangannya terkait upaya pemulihan sektor ekonomi kreatif pascabencana.
Baca Juga:
Penanganan Bencana Jadi Prioritas, Pemerintah Anggarkan Hingga Rp 60 Triliun di APBN 2026
Ia menekankan pentingnya kebangkitan industri kreatif di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara melalui kolaborasi lintas sektor.
Riefky menyebutkan bahwa program pemulihan difokuskan pada para pegiat ekonomi kreatif daerah serta penguatan desa-desa kreatif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, kolaborasi yang melibatkan asosiasi, pekerja seni, serta sektor swasta dan nasional menjadi kunci untuk menciptakan pemulihan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.