Hasil akhirnya berupa Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) yang setara dengan diesel oil.
Saat ini, pembangunan pabrik waste to fuel masih dalam tahap konstruksi.
Baca Juga:
DPR Siap ke IKN, Tapi Tunggu Mitra Eksekutif Ikut Pindah
Setelah beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan mampu mengolah sampah kota dalam jumlah besar, dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Berdasarkan uji coba awal (pilot project), teknologi ini diperkirakan mampu menghasilkan BBMT sekitar 60 hingga 70 kiloliter per hari, sehingga berpotensi menjadi solusi inovatif dalam mengatasi krisis sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.