Dengan adanya fleksibilitas bekerja dari mana saja, masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan lebih awal atau lebih akhir dari periode puncak.
“Pemanfaatan WFA sangat penting untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Kebijakan ini diharapkan membuat waktu keberangkatan pemudik lebih tersebar sehingga lalu lintas perjalanan menjadi lebih lancar," ucapnya.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Sementara itu, berdasarkan laporan PT Jasa Marga, pergerakan kendaraan di sejumlah ruas tol mulai menunjukkan peningkatan menjelang musim mudik.
Dudy menyebutkan bahwa volume kendaraan yang melintas di jalan tol telah meningkat sekitar 14 persen dibandingkan dengan kondisi hari biasa.
Kenaikan tersebut menandakan bahwa sebagian masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Baca Juga:
Tim Posko ESDM Tinjau Makassar, Ketersediaan Energi di Sulawesi Dipastikan Aman
Meski demikian, peningkatan tersebut masih tergolong dalam kategori wajar dan belum mencapai puncak arus mudik.
“Sejauh ini sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan Jasa Marga, kenaikan volume kendaraan sekitar 14 persen,” katanya.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.