WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah meningkatnya dinamika dan ketidakpastian geopolitik global, pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan sektor energi nasional tetap stabil, aman, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Langkah ini dilakukan agar pasokan energi tidak terganggu serta dapat menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik di dalam negeri.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Koordinasi, Pastikan Kapal RI Aman Melintasi Selat Hormuz
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) agar tetap berada di atas standar minimal nasional.
Hal ini menjadi penting sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat situasi global yang tidak menentu.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong implementasi program mandatori Biodiesel 50 persen (B50), yaitu campuran antara 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri 2026, Ketersediaan Energi Dipastikan Aman, Wamen ESDM Imbau Warga Tetap Tenang
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga diproyeksikan mampu menciptakan surplus stok gasoil di dalam negeri sepanjang tahun ini.
"Sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi di negaranya, kita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Konferensi Pers Transformasi Budaya Kerja Nasional & Kebijakan Energi di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026) waktu setempat.
Di sisi lain, Kementerian ESDM juga tengah mempercepat berbagai kajian kebijakan untuk menyesuaikan strategi energi nasional dengan pergerakan harga energi global yang cenderung fluktuatif, terutama pada sektor minyak dan gas bumi (migas).