Sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Annisa menilai bahwa dialog antara perumus kebijakan dan masyarakat lebih bermanfaat dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan.
"Kalau kita berdiskusi, bisa bicara dari hati ke hati, saling memahami. Kalau demo, ya kita paham isu yang dibawa, tapi solusinya bagaimana?" ujarnya.
Baca Juga:
Kades Kohod Siap Bayar Denda Rp48 Miliar, Anggota DPR Heran: Dari Mana Uangnya?
Pernyataan Annisa ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai bahwa pernyataannya tidak selaras dengan kondisi di lapangan, mengingat DPR RI selama ini dinilai kurang responsif terhadap aspirasi publik terkait berbagai kebijakan yang telah dirumuskan.
Wawancara tersebut juga semakin memperkuat keraguan sebagian masyarakat terhadap kredibilitas Annisa sebagai representasi generasi muda di Senayan.
Namun, di balik kontroversi yang menyertainya, Annisa memiliki latar belakang pendidikan yang cukup impresif.
Baca Juga:
Legislator Novita Wijayanti Desak Pemerintah Percepat Pembangunan Tol Banyumas-Cilacap
Annisa merupakan kader Partai Gerindra yang berhasil melangkah ke Senayan setelah memperoleh 122.470 suara berdasarkan 99,83% data yang masuk dari 7.542 TPS di daerah pemilihan (Dapil) Banten II, yang mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
Ia mengungguli beberapa tokoh senior seperti Wakil Ketua MPR RI sekaligus Waketum PAN Yandri Susanto, mantan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, serta mantan Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman.
Jejak politik Annisa tak lepas dari sosok ayahnya, Desmond J Mahesa, yang pernah menjadi anggota DPR RI selama tiga periode (2009-2023) dan sempat menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra (2008–2013).