Menurut Cucun, perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga fondasi etika yang kuat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Karena itu, pesantren memiliki posisi strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu menggabungkan penguasaan teknologi dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Baca Juga:
Totok Hedi Santosa Kritik Pola Kemitraan Perhutani, Petani Diminta Lebih Bebas Tentukan Komoditas
Momentum dialog tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi alumni Pesantren Cipasung.
Pada kesempatan yang sama, Cucun resmi dilantik sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Cipasung (MPP KAC) untuk masa bakti 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Dome Pesantren Cipasung dan dihadiri ribuan alumni dari berbagai angkatan serta daerah.
Baca Juga:
Setjen DPR RI Evaluasi Kinerja Anggaran Semester I 2026, Tekankan Tata Kelola yang Efektif dan Akuntabel
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Ubaedillah, yang bertepatan dengan pelaksanaan Haul Akbar pesantren.
Selain pelantikan ketua umum, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Majelis Pakar MPP KAC.
Lembaga ini dibentuk sebagai wadah strategis bagi para alumni untuk memberikan kontribusi pemikiran, kajian akademik, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan keilmuan dari berbagai disiplin ilmu.