WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihak-pihak yang ingin menggantikannya harus menunggu hingga Pemilu 2029, seraya mengingatkan pentingnya menjaga proses demokrasi yang beradab tanpa upaya destabilisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) lalu.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Perbaikan Layanan Haji di Era Presiden Prabowo, Antrean Berhasil Ditekan hingga 26 Tahun
“Mau ganti saya? Tunggu dong 2029, jadi negara yang beradab, sabar, tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus objektif juga sebagai seorang tokoh bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Ia menyatakan tidak ingin aparat negara bertindak sewenang-wenang atau melanggar aturan hukum yang berlaku.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Dorong Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jamaah
“Saya ingin menegakkan hukum, bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini, kalau itu dari aparat, dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya,” kata dia.
Selain itu, Prabowo menyoroti adanya praktik birokrasi yang menurutnya tidak sehat di dalam pemerintahan.
Ia mengungkap temuan terkait pejabat yang bertindak di luar kendali, bahkan berani melawan atasannya sendiri.