“Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri, akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen, ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable, ada lembaga-lembaga yang merasa gak boleh diaudit, ini pekerjaan tidak ringan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengeluh atau mencari simpati publik atas tantangan tersebut.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Perbaikan Layanan Haji di Era Presiden Prabowo, Antrean Berhasil Ditekan hingga 26 Tahun
Ia menyebut upaya pembenahan, termasuk di tubuh BUMN, sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat, ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan, BUMN saya sedang bersihkan, BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar, memang ini masalah Indonesia gitu lho, di mana-mana,” sambungnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan agar tidak ada upaya menggulingkan dirinya melalui kerusuhan atau aksi yang merugikan negara.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Dorong Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jamaah
Ia menilai stabilitas nasional harus dijaga karena dampak kerusuhan akan dirasakan seluruh masyarakat.
“Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya, kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai, tapi mereka tahu kalau rusuh semua negara yang rugi,” imbuhnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]