Presiden menegaskan agar efisiensi dan integritas harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahap penyelenggaraan haji, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di Tanah Suci.
“Alhamdulillah kita sudah bisa turunkan biaya haji dan saya minta terus menteri haji, dia tidak hadir karena dia berada sekarang di Arab Saudi berurusan sama mereka. Saya minta biaya haji harus terus turun bisa dengan efisiensi, bisa dengan efisiensi dan pelaksanaan yang bersih,” imbuhnya.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat Diperkuat Akses Digital, Kemkomdigi Siap Kawal Pembelajaran
Selain menekan biaya, pemerintah juga mencatat kemajuan signifikan dalam mempersingkat waktu tunggu keberangkatan jemaah.
Jika sebelumnya antrean calon jemaah bisa mencapai hingga 40 tahun, kini masa tunggu itu berhasil dipangkas menjadi sekitar 26 tahun.
Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan sistem yang lebih cepat dan terukur bagi calon jemaah haji.
Baca Juga:
Rizki Juniansyah Terima Kenaikan Pangkat dari Presiden Usai Pecahkan Rekor Dunia SEA Games 2025
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga mengumumkan capaian diplomasi penting antara Indonesia dan Arab Saudi, yakni kesepakatan pembangunan Kampung Indonesia di Kota Makkah.
Menurutnya, izin tersebut merupakan hal bersejarah karena baru pertama kali dalam sejarah Kerajaan Arab Saudi memberikan hak kepemilikan lahan kepada negara asing di wilayah suci tersebut.
“Tapi Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan kampung Indonesia di Kota Makkah. Jadi pemerintah Arab Saudi akhirnya saya datangi beberapa kali, saya lobi terus mungkin beliau kasihan sama kita. Untuk pertama kali dalam sejarah diizinkan negara asing memiliki lahan, memiliki tanah di Kota Suci, diubah undang-undangnya khusus untuk kita. Kita negara pertama,” ungkap Kepala Negara.