Meski demikian, jenis virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.
Puan menilai kemunculan kasus Hantavirus di Indonesia harus disikapi secara tenang, terbuka, dan mengutamakan perlindungan masyarakat.
Baca Juga:
Puan Dukung Permenaker Outsourcing 2026, Tekankan Perlindungan Pekerja Harus Diperkuat
Ia meminta Pemerintah tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga membangun komunikasi publik yang baik agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai kondisi yang terjadi.
“Tantangan terbesar dalam menghadapi munculnya ancaman penyakit yang belum umum perlu dilakukan dari berbagai aspek,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
“Bukan hanya pada aspek medis saja, tetapi juga pada kemampuan Negara menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang jelas, langkah antisipasi yang terukur, dan perlindungan yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuh Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Baca Juga:
Puan Maharani Soroti Kasus Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Desak Pengawasan Diperketat
Menurut Puan, pengalaman panjang masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 membuat isu kesehatan menjadi sangat sensitif.
Situasi tersebut menyebabkan masyarakat lebih mudah merasa khawatir ketika muncul informasi mengenai penyakit menular baru, termasuk Hantavirus.
Meski tingkat penularan Hantavirus tidak secepat Covid-19, ia menilai pengalaman masa pandemi membuat masyarakat memiliki trauma terhadap ketidakpastian informasi kesehatan.