WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 mencerminkan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga disiplin dan kesehatan fiskal.
Penilaian tersebut disampaikan setelah melihat besarnya belanja negara yang untuk pertama kalinya menembus angka Rp4.000 triliun, namun tetap diiringi dengan target defisit yang terkendali.
Baca Juga:
Komisi XI DPR Dorong DJP Petakan Pendapatan Masyarakat sebagai Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan total belanja negara sekitar Rp4.097,2 triliun.
Di sisi lain, defisit anggaran dipatok sebesar Rp671,2 triliun atau sekitar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Misbakhun menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan pasar keuangan.
Baca Juga:
Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6,5% di 2027, Ini Alasannya!
Menurutnya, pemerintah menunjukkan keberanian dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi tetap memperhatikan batas defisit agar pengelolaan fiskal tetap prudent.
“Apalagi kemudian dipatok defisit kita hanya sekitar 2,4 persen. Artinya apa? Targetnya tinggi, kemudian defisitnya sekitar Rp671,2 triliun. Tentunya target ini adalah sebuah pesan yang kuat kepada pasar untuk sama-sama kita optimis membangun optimisme secara bersama-sama,” ujar Misbakhun usai Rapat Paripurna di Selasar Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, RAPBN 2027 mencatat sejumlah tonggak baru dalam pengelolaan keuangan negara.