WahanaNews.co | Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan strategi guna menstabilkan harga gabah agar tidak anjlok pada masa panen raya padi awal 2022 ini.
Karena itu, Kementan menerapkan sistem resi gudang atau tunda jual yang berfungsi sekaligus untuk penguatan cadang beras nasional.
Baca Juga:
Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Kementan, Polda Metro Jaya Tahan Tersangka IM dan DS
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, mengatakan beberapa tantangan yang dilaksanakan pada tahun ini.
Di antaranya peningkatan produksi minimal 6 ton/hektar, swasembada pangan, perubahan pola pikir petani agar mulai melakukan penghematan aplikasi pupuk/pestisida kimiawi, dan menggantikan pupuk hayati/agens pengendali hayati agar bisa mengembalikan kesuburan tanah.
Tantangan lainya pada musim panen raya, yakni terjadinya penurunan harga akibat produksi melimpah.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Surplus, Lebaran 2026 Diproyeksi Aman dan Stabil
"Adanya Sistem Resi Gudang salah satu upaya menjaga stabilitas cadangan dan sistem logistik pangan," kata Suwandi pada webinar Bimbingan Teknis dan Sosialiasi Propaktani, Selasa (29/3/2022).
Suwandi menambahkan penguatan cadang berasnmendorong Kementerian Dalam Negeri untuk mengakselerasi Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
Termasuk, Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan LPM Berbasis Desa (LPMDes).