“Yang salah taksi yang menyeberang,” ucap dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan kendaraan di rel turut mengganggu sistem sensor hingga menyebabkan error pada jaringan operasional.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
“Karena ada taksi itu, kemudian KRL berhenti, maka sensor pun rusak, error, error,” terang dia.
Terkait penanganan korban, KAI memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya.
“Semua ditanggung KAI ini pengobatannya, ditanggung KAI semua pengobatannya insyaallah,” kata Said.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan Kecelakaan Bekasi Timur, Taksi Green SM Ternyata Telat Servis 9.000 KM
Ia menambahkan bahwa sebagian korban mengalami luka, namun dalam kondisi berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan.
“Yang saya lihat sih ada yang ya sedikit patah sebelah kanan, ada kaki kanan, ada yang perutnya kena, semuanya insyaallah menjadi baik,” ucapnya.
Sementara itu, sopir taksi yang menjadi perhatian publik dipastikan selamat dari kejadian tersebut.