WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa persoalan perempuan saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sosial semata ataupun persoalan kelompok tertentu.
Menurutnya, isu perempuan telah menjadi bagian penting yang menentukan arah pembangunan dan masa depan peradaban bangsa Indonesia.
Baca Juga:
DPR Soroti Tren Membaca Gen Z, Dorong Strategi Penguatan Literasi
Pernyataan tersebut disampaikan Lestari saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Indonesian Women Artist (IWA) #4: ON THE MAP bertema “Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan: Perspektif Kebijakan, Seni dan Gerakan Sosial” yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Sabtu (9/5/2026) lalu.
Dalam paparannya, perempuan yang akrab disapa Rerie itu menilai bahwa pembahasan mengenai perempuan, seni, kuasa, dan perlindungan sejatinya berbicara tentang persoalan yang sangat mendasar, yakni siapa yang memiliki hak untuk menentukan makna, membangun narasi, dan mengarahkan masa depan bangsa.
“Karena sejarah menunjukkan, perempuan hadir di berbagai hal termasuk dalam gerakan budaya dan seni, tetapi tidak sungguh-sungguh diberi kuasa menentukan arah sendiri,” ujar Lestari melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Baca Juga:
Lestari Soroti Rendahnya Partisipasi Perempuan di STEM, Pendidikan Jadi Solusi
Rerie menekankan bahwa seni memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan kesadaran publik.
Melalui seni, masyarakat membangun cara pandang terhadap perempuan, tubuh, relasi kuasa, hingga nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI tersebut, ketika perempuan terus ditempatkan hanya sebagai objek visual, simbol penderitaan, ataupun komoditas budaya, maka ketimpangan relasi kuasa akan terus diwariskan secara sosial dan kultural dari generasi ke generasi.