Faktor lain yang berpengaruh adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia barat daya Lampung serta sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin dan meningkatkan peluang hujan.
BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan sifat bawah normal atau lebih kering dari rata-rata klimatologis, yang diperkirakan terjadi di 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah.
Baca Juga:
7 Tempat Paling Aneh di Dunia, Dari Tengkorak hingga Gerbang Neraka
Wilayah yang berpotensi lebih kering meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Sementara itu, sekitar 245 ZOM atau 35,1 persen wilayah diprediksi mengalami musim kemarau dengan sifat normal, termasuk Sumatera bagian utara dan tengah, sebagian Jawa, Kalimantan bagian timur dan utara, Sulawesi Tenggara, hingga sebagian Papua.
Adapun sekitar 0,4 persen wilayah atau tiga ZOM diperkirakan mengalami musim kemarau dengan sifat atas normal atau lebih basah dari biasanya, yakni di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.
Baca Juga:
Pernyataan Misterius Trump Soal Iran Picu Spekulasi Global
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu selama masa peralihan musim serta terus memantau informasi cuaca terkini.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.