WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal, menyoroti masih adanya sejumlah titik pengawasan yang belum terjangkau secara optimal dalam sistem pertahanan udara nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius karena berpotensi dimanfaatkan oleh pihak asing untuk memasuki atau melakukan intersepsi di wilayah udara Indonesia tanpa terdeteksi secara maksimal.
Baca Juga:
Pembongkaran TPS Diakui “Setengah Dipaksakan”, Wali Kota Jambi Tuai Sorotan
Pernyataan tersebut disampaikan Syamsu Rizal saat mengikuti kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Markas Komando Operasi Udara II (Koopsud II) Makassar, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian ruang udara guna menjaga kedaulatan negara.
"Kita tidak ingin lagi ada blind spot yang membuat bisa ada intersepsi dari warga negara lain atau dari pesawat lain," tegas Syamsu.
Baca Juga:
TB Hasanuddin Minta Kajian Mendalam Hibah Kapal Induk Italia, Ingatkan Risiko Biaya Tersembunyi
Menurutnya, tantangan pengamanan wilayah udara Indonesia semakin kompleks seiring perkembangan teknologi penerbangan dan meningkatnya aktivitas di kawasan regional.
Karena itu, kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman harus terus ditingkatkan agar aparat pertahanan dapat melakukan respons secara cepat dan tepat.
Syamsu mengingatkan bahwa Koopsud II Makassar memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena mengawasi sekitar sepertiga wilayah Indonesia.