WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ambisi besar pemerintah melalui program makan bergizi gratis (MBG) kini memasuki fase krusial ketika arah kebijakan didorong agar lebih tajam dan tepat sasaran.
Di tengah implementasi yang terus berjalan, muncul penekanan kuat agar program ini tidak sekadar menjadi distribusi makanan, melainkan benar-benar menyasar anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
Baca Juga:
Lapor Pak Kapolda Jambi, Mafia BBM Ilegal ini Mengaku Setor Uang Koordinasi ke Polisi Melalui AIPTU Markus Manurung
Keinginan Prabowo Subianto untuk memfokuskan MBG pada kelompok rentan dinilai sebagai langkah strategis yang mendesak untuk segera direalisasikan.
Dilihat sebagai momentum penting, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Lina Miftahul Jannah menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi program secara menyeluruh.
"Jadi ini memang sudah saatnya untuk melakukan evaluasi, sehingga tepat sasaran," kata Lina pada Senin (13/4/2026).
Baca Juga:
Jika UNIFIL Gagal Lindungi Prajurit, Pasukan TNI Siap Ditarik dari Lebanon
Menurutnya, tujuan awal MBG sudah jelas yakni menyediakan makanan bergizi secara gratis, namun implementasinya perlu diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
Ditekankan oleh Lina, program ini semestinya menyasar masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.
"Mengakses itu artinya, misalnya jauh dari tempat dan segala macam, nah itu kemudian harus menjadi fokus (seperti yang diinginkan Presiden). Jadi kalau ditanya lagi apakah (keinginan Prabowo) tepat? (jawanbannya) iya," kata Lina.