Selain memastikan ketersediaan BBM dan LPG, tim posko juga melakukan peninjauan terhadap kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah fasilitas Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) yang berada di Makassar.
Baca Juga:
Kemenko PMK Dorong Kebijakan Kepemudaan Lebih Terarah dan Terukur
Berdasarkan hasil evaluasi dan pemaparan data sistem kelistrikan, Lubis menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang cukup besar.
"Alhamdulillah tadi kami diskusi lihat data Kondisi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat ini Tenggara juga aman, karena itu yang baru terintegrasi dengan sini. Dan malah lebih dari cukup punya cadangan yang bagus, jadi masyarakat semuanya yang khususnya di Sulawesi ini yang sedang menjalani Ramadhan dan juga Idulfitri tidak perlu khawatir, pasokan listrik akan tersedia dan PLN juga siaga 24 jam," ujarnya pada Sabtu (14/3/2026).
General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Edyansyah, menambahkan bahwa konsumsi listrik pada saat puncak perayaan Idulfitri diperkirakan mengalami penurunan sekitar 5 persen.
Baca Juga:
Kemkomdigi Terima 362 Masukan Publik untuk Perkuat Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat melakukan perjalanan mudik atau aktivitas industri yang berkurang selama libur lebaran.
Menurutnya, beban listrik yang biasanya mencapai sekitar 1.900 megawatt diperkirakan turun menjadi sekitar 1.700 megawatt saat Idulfitri.
Sementara itu, kapasitas pembangkit listrik yang tersedia mencapai 2.300 megawatt, sehingga masih terdapat cadangan daya lebih dari 500 megawatt.