Bahkan, ruas tol yang semula tidak direncanakan untuk arus mudik terpaksa dioperasikan demi mengurangi tekanan kendaraan.
“Secara normal contraflow satu lajur seharusnya cukup, tapi ternyata tidak. Ditarik sampai tiga lajur baru terurai. Bahkan Cipularang yang seharusnya tidak digunakan untuk mudik terpaksa digunakan.”
Baca Juga:
Libatkan Sipil dan Militer, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sederhana
Selain itu, ruas fungsional seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang awalnya diproyeksikan untuk arus balik juga dialihkan untuk membantu arus mudik.
Ditegaskan Rivan, solusi kemacetan tidak cukup hanya dengan rekayasa lalu lintas, tetapi membutuhkan kesadaran dan disiplin dari para pengguna jalan.
“Penanganan tidak hanya bergantung pada rekayasa lalu lintas, tetapi juga kepatuhan pengguna jalan.”
Baca Juga:
Peti di Maro Sebo Semakin Merajalela, Siapa Sosok Jengger Disebut Seorang Pemain Besar
Ke depan, peningkatan kapasitas jalan serta percepatan penyelesaian proyek infrastruktur menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan serupa di masa mendatang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.