WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ledakan volume kendaraan di atas kapasitas langsung “melumpuhkan” Jalan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) saat arus mudik Lebaran 2026, memicu kemacetan panjang yang tak terhindarkan di salah satu ruas tol paling vital tersebut.
Kemacetan parah di Tol MBZ dipicu kombinasi faktor mulai dari ketimpangan jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan hingga pelanggaran aturan oleh pengguna jalan, Bekasi, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga:
Libatkan Sipil dan Militer, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sederhana
Diungkapkan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono, salah satu akar masalah utama adalah keterbatasan kapasitas ruas jalan yang tidak sebanding dengan lonjakan kendaraan saat puncak mudik.
“Harus dipahami berapa sisi sebuah kendaraan dan berapa sisi ruas yang tersedia. Karena, ruas yang tersedia itu tidak bisa ditambah.”
Tol MBZ sendiri memiliki karakteristik khusus berupa jalur sepanjang 39 kilometer tanpa akses keluar, yang sejak awal dirancang hanya untuk kendaraan golongan I demi menjaga faktor keselamatan.
Baca Juga:
Peti di Maro Sebo Semakin Merajalela, Siapa Sosok Jengger Disebut Seorang Pemain Besar
Ditekankan Rivan, desain tanpa exit bukan tanpa alasan, melainkan untuk meminimalisir risiko fatal jika terjadi gangguan di tengah jalur.
“MBZ itu 39 kilometer, tidak ada exit, dan sudah diatur untuk kendaraan golongan I. Karena itu adalah safety (keamanan). Kalau ada apa-apa di ruas tanpa exit, risikonya tinggi.”
Namun di lapangan, pelanggaran masih terjadi dengan masuknya kendaraan golongan II ke atas yang seharusnya tidak melintas di ruas tersebut.