Dari jumlah tersebut, sembilan kantong jenazah telah siap dievakuasi, sementara satu korban terakhir masih dalam proses pengemasan setelah berhasil dijangkau tim.
“Korban terakhir yang ditemukan itu sekitar pukul 08.40 WITA, berdasarkan informasi dari tim di lapangan,” ungkapnya.
Baca Juga:
Tapteng Kembali Banjir, Tim Gabungan BPBD Gerak Cepat Evakuasi Warga
Syafii mengungkapkan bahwa lokasi penemuan korban berada di medan yang sangat ekstrem dengan tingkat kedalaman bervariasi mulai dari sekitar 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak gunung.
Kondisi tersebut membuat operasi pencarian dan evakuasi semakin sulit dari hari ke hari karena keterbatasan akses dan risiko keselamatan personel.
“Karena itu operasi SAR ini dari hari ke hari tingkat kesulitannya semakin bertambah, tidak semua potensi SAR bisa masuk ke lokasi,” katanya.
Baca Juga:
Aksi Damkar Depok Selamatkan iPhone yang Jatuh ke Dasar Situ Sedalam 4 Meter
Ia menambahkan bahwa hanya personel dengan kemampuan khusus serta keahlian high angle rescue yang dapat diterjunkan langsung ke titik-titik penemuan korban.
Terkait evaluasi lanjutan, Syafii menyampaikan bahwa keputusan perpanjangan atau penghentian operasi SAR akan dilakukan setelah hari ketujuh pencarian dengan melibatkan unsur udara dan darat.
“Biasanya nanti DVI yang akan menyampaikan apakah operasi perlu diperpanjang atau tidak, berdasarkan hasil temuan yang ada,” ujarnya.