WAHANANEWS.CO, Jakarta - Operasi pencarian yang berpacu dengan waktu dan medan ekstrem akhirnya mencapai titik akhir setelah Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan dalam tujuh hari pencarian intensif.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii mengatakan, hingga Jumat (23/1/2025), total 10 korban telah ditemukan oleh tim di lapangan.
Baca Juga:
Serpihan Diduga Badan Pesawat ATR Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
“Sehingga hari ini, mudah-mudahan kita bisa mengevakuasi kembali empat korban,” ujar Syafii kepada wartawan, Jumat.
Ia menjelaskan, pada pagi hari tim SAR berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi kejadian, sementara tiga korban lainnya telah siap untuk dilakukan penjemputan melalui jalur udara.
Satu korban yang baru ditemukan masih berada dalam proses evakuasi karena kondisi medan yang menyulitkan pergerakan personel penyelamat.
Baca Juga:
Operasi di Medan Ekstrem, Tim SAR Temukan Korban ATR 42-500 di Lereng Bulusaraung
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan proses evakuasi difokuskan pada pengamanan serta pengangkutan jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat.
“Kata-kata body part tolong pahami bahwa betul korban yang kita temukan dalam bentuk jenazah, namun ada bagian tubuh yang mungkin tidak lengkap,” jelas Syafii.
Hingga Jumat pagi, tercatat sebanyak 10 paket kantong jenazah yang disiapkan oleh tim di lapangan untuk proses evakuasi dan identifikasi lanjutan.