Dia menyebut munculnya kerajaan ini sebagai bukti adanya suatu perang di dalam institusi Polri.
"Selanjutnya bias dari semua ini tiba-tiba muncul suatu diagram-diagram yang seolah-olah saling balas-membalas, ini menunjukkan bahwa ada suatu perang dalam tubuh Polri, ini yang banyak dipertanyakan, saya harap di rapat hari ini semua terang-benderang agar pertanyaan-pertanyaan ini bisa diselesaikan hari ini agar kita melihat proses peradilan kita lebih fokus ke sana," ujarnya.
Baca Juga:
Ahmad Sahroni Desak Aparat Tangkap Preman Bermodus Ormas Pemalak THR
Soal Diagram Kekaisaran Sambo
Sebelumnya diberitakan, diagram kekaisaran Irjen Ferdy Sambo yang belakangan ramai beredar di media sosial dibentangkan dalam rapat Komisi III DPR RI bersama Kompolnas.
Anggota dewan ramai-ramai minta penjelasan kepada ketua Kompolnas Mahfud Md sebagai yang pertama menyebut adanya 'Kerajaan Sambo' di institusi Polri.
Baca Juga:
Komisi III DPR Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Keluarga Korban Iptu Tomi Samuel Marbun, Ini Kesimpulannya
Hal itu awalnya dibuka oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang sampai membawa diagram kekaisaran Ferdy Sambo dalam rapat bersama Mahfud Md.
Tidak hanya satu, Arteria mengaku membawa banyak diagram terkait kekaisaran Ferdy Sambo.
"Berikutnya mengenai kerajaan Sambo sangat berkuasa seperti mabes dalam mabes, layaknya kerajaan internal mabes seperti sub-mabes. Saya ingin tanyakan ini kaitan dengan tugas Kompolnas. Ini diagram kaisar Sambo ini nanti kami minta penjelasan, bener nggak sih nih," kata Arteria dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kompolnas, LPSK, dan Komnas HAM di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8).