WahanaNews.co | Menko PMK, Muhadjir Effendy, meluruskan pernyataannya yang keliru terkait Presiden ke-1 RI Sukarno atau Bung Karno berwasiat minta dimakamkan di Blitar.
Muhadjir meminta maaf atas pernyataannya tersebut.
Baca Juga:
Antisipasi Puncak Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17
Pernyataan soal wasiat Bung Karno minta dimakamkan di Blitar itu disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan di acara Blitar Etnic Nasional (BEN) Sabtu (27/8) kemarin.
Setelah mengecek berdasarkan biografi Bung Karno, Muhadjir menyadari kekeliruannya. Dia pun mengklarifikasi bahwa Bung Karno mewasiatkan dimakamkan di daerah Priangan, yakni di Batu Tulis, Bogor, bukan di Blitar.
Sedangkan keputusan pemerintah Presiden Soeharto memakamkan Bung Karno di Blitar, kata Muhadjir, terkait alasan agar lebih dekat kepada makam ibunya.
Baca Juga:
Sumber Bansos yang Dibagikan Jokowi Diungkap Muhadjir dan Airlangga
Muhadjir mengatakan, Bung Karno dinilai sangat dekat dengan ibunya selama hidup.
"Dengan demikian, pernyataan saya luruskan. Saya mohon maaf," kata Muhadjir Effendy dalam keterangan siaran pers Kemenko PMK, Minggu (28/8/2022).
Muhadjir Ziarah ke Makam Bung Karno
Muhadjir pun kemarin berziarah ke Makam Proklamator RI Bung Karno di Blitar.
Ini merupakan bagian dari rangkaian kunjunganya Muhadjir menghadiri kemeriahan Blitar Ethnics National (BEN) dan prosesi menanam pohon untuk program aksi nyata Revolusi Mental 'Menanam 10 Juta Pohon' di SMPN 3 Blitar.
"Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh lupa dengan para pahlawan. Setidaknya setahun sekali, dalam momentum memperingati kemerdekaan, wajib kita untuk berziarah dan mendoakan mereka," kata mantan Mendikbud itu di Kompleks Makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.
Dalam ziarah dan doa itu Muhadjir duduk bersila di sisi makam Bung Karno, yang diapit kedua orang tuanya Ida Ayu Nyoman Rai dan R. Soekeni Sosrodihardjo Menko PMK melafalkan Alfatihah dan tahlil, serta doa ampunan sekitar setengah jam. Ziarah kali keempat selama Muhadjir jadi menteri itu didampingi Deputi V Kemenko PMK Didik Suhardi, Wakil Wali Kota Blitar Tjujuk Sunario, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono dan pejabat lain.
Setelah ziarah, Muhadjir menyapa para peziarah yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Sore itu suasana ramai.
"Kami dari Majalengka, Pak Menteri," kata sekelompok peziarah menyambut sapaan.
Diberitakan sebelumnya, Muhadjir Effendy kepleset lidah jika Bung Karno berwasiat ingin dimakamkan di Blitar.
Muhadjr mengatakan hal ini dalam sambutannya di event Blitar Etnic Nasional (BEN) Carnival hari ini.
"Di Indonesia ini tidak ada yang sama dengan Kota Blitar. Di mana kota yang dipilih, yang diwasiatkan oleh almarhum founding father Indonesia, agar dimakamkan di Kota Blitar ini," kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini, Sabtu (27/8/2022).
Muhadjir meyakini, Bung Karno tidak akan mewasiatkan untuk dimakamkan di Kota Blitar, seandainya Kota Blitar tidak mempunyai keistimewaan. [rsy]