WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam menyikapi dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami seorang atlet panjat tebing Indonesia.
Langkah sigap tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap atlet serta menjaga integritas dunia olahraga nasional.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Narasi Diplomatik Indonesia di Forum Global Terkait Migran
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.
Ia mengungkapkan rasa prihatin dan empati mendalam terhadap korban yang mengalami dugaan kekerasan seksual.
Menurutnya, kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan martabat atlet sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Baca Juga:
Kemen PPPA Apresiasi Program Humanis Kemendikdasmen untuk Lindungi Anak di Sekolah
"Kami apresiasi langkah cepat dan responsif dari Kemenpora dalam merespon dugaan kasus ini. Respon awal yang sigap merupakan bentuk komitmen penting dalam memastikan perlindungan terhadap atlet, serta menciptakan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan," katanya.
Lebih lanjut, Kementerian PPPA menegaskan bahwa pendekatan yang berpusat pada korban harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan penanganan perkara.
Perlindungan menyeluruh dinilai sangat penting untuk memastikan pemulihan korban berjalan optimal tanpa adanya tekanan tambahan.