Ini hanya usaha menyambut reuni mereka dengan mengeluarkan karya baru.
ABBA ingin mengatakan bahwa menjadi hitmaker, menjadi legenda, menjadi bintang gemintang di panggung musik, bukanlah dengan gimik, bukanlah dengan gosip, melainkan dengan karya.
Baca Juga:
Perkuat IP Musik Indonesia, Menekraf Audiensi dengan Organisasi HAKI Dunia
Lihatlah ABBA, mereka kembali ke publik, kembali menyapa para fan awal mereka yang saat ini sudah jadi kakek dan nenek dengan tetap berkarya.
Menjadi tua bagi ABBA tampaknya bukanlah kutukan jika reuni adalah proklamasi dari produktivitas berkarya.
Mereka datang, tumbuh, dan menyebarkan kegembiraan bermusik dengan karya dan dengan karya pula mereka hadir kembali.
Baca Juga:
Benarkan Menonton Konser Musik Dapat Tingkatkan Kebahagiaan Kolektif? Ini Penjelasan Studi
Setiap generasi, ABBA terlihat tampak segar.
Anda hanya perlu membuka Kompas edisi 18 Oktober 2009 di halaman pertama untuk merasakan bagaimana sumringah-nya Rima Melati, Enny Soekamto, Mimi Fahmi, Atik Sinuko, Kartini Basuki, Indra Sobiran, Sarita, dan Citra Darwis menghidupkan panggung konser nostalgia Dancing Queen di Istora Senayan.
Dan, konser Dancing Queen yang menghidupkan ABBA itu secara terbuka diakui bagian dari sambutan atas film sukses Mamma Mia! (2008) yang terinspirasi dari dari lagu-lagu ABBA.