Judul album itu seperti sapaan kerinduan kepada fan bahwa musik seperti bambu dan seruling --meminjam metafora klasik penyair sufi Jalaluddin Rumi. Bambu adalah fan; dari mana musik tumbuh subur karena apresiasi.
Sementara, seruling adalah dendang yang ditiupkan para musisi.
Baca Juga:
Kekayaan Taylor Swift Tembus Rp36 Triliun, Forbes Beri Gelar Bersejarah
Album Apa kabar? dalam tur bertajuk "Tour Kembali '97" di Mandalakrida Stadium, Yogyakarta, itu adalah kerinduan seruling kepada bambu yang seperti lama terpisah oleh soal "Bla Bla Bla" dalam "Roda Kehidupan".
Reuni God Bless itu seperti menggariskan narasi besar bahwa perbedaan itu wajar.
Yang tidak wajar adalah ketika kita tidak pernah bisa menyelesaikannya.
Baca Juga:
Awali Tahun 2026, Bernadya Lepas Lagu Baru ‘Kita Buat Menyenangkan’
Dan, salah satu cara menyelesaikannya adalah menempatkan semuanya pada tempatnya.
Perbedaan pada hal kecil, pada hal-hal yang bersifat teknis, jangan sampai menggerus pilar-pilar besar yang digariskan pada awal grup terbentuk.
Hal-hal teknis mesti diselesaikan oleh manajemen, sementara hal-hal besar mesti diselesaikan dengan berpikir besar.