Judul album itu seperti sapaan kerinduan kepada fan bahwa musik seperti bambu dan seruling --meminjam metafora klasik penyair sufi Jalaluddin Rumi. Bambu adalah fan; dari mana musik tumbuh subur karena apresiasi.
Sementara, seruling adalah dendang yang ditiupkan para musisi.
Baca Juga:
Gugatan Hak Cipta Amblas, Vidi Bebas dari Ancaman Ganti Rugi Rp 28 Miliar
Album Apa kabar? dalam tur bertajuk "Tour Kembali '97" di Mandalakrida Stadium, Yogyakarta, itu adalah kerinduan seruling kepada bambu yang seperti lama terpisah oleh soal "Bla Bla Bla" dalam "Roda Kehidupan".
Reuni God Bless itu seperti menggariskan narasi besar bahwa perbedaan itu wajar.
Yang tidak wajar adalah ketika kita tidak pernah bisa menyelesaikannya.
Baca Juga:
Dari Royalti ke Melodi, Ariel NOAH Bikin Suasana Rapat DPR Jadi Rileks
Dan, salah satu cara menyelesaikannya adalah menempatkan semuanya pada tempatnya.
Perbedaan pada hal kecil, pada hal-hal yang bersifat teknis, jangan sampai menggerus pilar-pilar besar yang digariskan pada awal grup terbentuk.
Hal-hal teknis mesti diselesaikan oleh manajemen, sementara hal-hal besar mesti diselesaikan dengan berpikir besar.