Sangat jelas terlihat bahwa kualitas SDM bidang penerbangan khususnya pilot dan teknisi Indonesia tidak ketinggalan dari dinamika perkembangan di tingkat global.
Tidak demikian halnya yang terlihat di permukaan dalam hal manajemen maskapai penerbangan dan pengelolaan bandara.
Baca Juga:
Sambut HUT ke-76, Garuda Indonesia Tebar Diskon Penerbangan ke Berbagai Tujuan Wisata
Sudah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka, sampai sekarang ini kita belum berhasil menyaksikan sebuah maskapai penerbangan yang mapan, sehat, dan sukses.
Demikian pula halnya dengan kemampuan mengelola bandara.
Penggunaan Cengkareng International Airport yang gagal mengantisipasi pertumbuhan penumpang telah berakibat fatal.
Baca Juga:
Resmi Buka Kantor Baru di Batam Center, Garuda Indonesia Ingin Tingkatkan Aksesibilitas Layanan
Kelebihan penumpang terpaksa dialihkan ke Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, yang jelas jelas mengganggu operasional penerbangan militer.
Pembangunan beberapa bandara dengan biaya triliunan rupiah ternyata berakhir mubazir seperti yang terjadi di Kertajati.
Kesemua itu dapat dimaklumi karena kita memang belum mempersiapkan lembaga pendidikan khusus bagi sdm di bidang manajemen airport dan airlines.