Berita hangat belakangan ini adalah mengenai nasib maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang secara periodik seolah tanpa henti selalu mengalami masalah kesulitan keuangan.
Banyak maskapai penerbangan lainnya yang sudah gulung tikar, diantaranya maskapai penerbangan Perintis Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan beberapa lainnya.
Baca Juga:
Sambut HUT ke-76, Garuda Indonesia Tebar Diskon Penerbangan ke Berbagai Tujuan Wisata
Singkat kata, sekali lagi harus diakui bahwa kita memang belum sempat menyiapkan tenaga SDM yang kompeten dan professional dalam mengelola bandara dan maskapai penerbangan.
Kita belum memiliki Lembaga pendidikan yang khusus menyiapkan para profesional dalam bidang manajemen airlines dan airport.
Itu sebabnya tidak terjadi jenjang dengan pola bertingkat di jajaran maskapai penerbangan yang mengantar tenaga manajemen sejak awal untuk sampai di puncak top management.
Baca Juga:
Resmi Buka Kantor Baru di Batam Center, Garuda Indonesia Ingin Tingkatkan Aksesibilitas Layanan
Contoh yang terlihat di permukaan adalah apa yang terjadi dengan maskapai penerbangan Garuda.
Jajaran top management yang ditugaskan selama ini lebih banyak diambil dari instansi luar maskapai penerbangan itu sendiri.
Mereka yang sama sekali tidak memiliki latar belakang “aviation knowledge” untuk melaksanakan tugasnya.