Konsep ilmu dan kekuasaan terdasar pada sebuah teori dikemukakan oleh Francis Bacon, knowledge is power.
Bacon tak mengidealkan bagaimana otoritarianisme terjadi.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Karyawan di Senen Disorot Said Iqbal, Disebut Langgar Sila Kedua Pancasila
Kuasa ilmu yang dimaksudkan tentu saja adalah daur di dalamnya berupa tata aturan atau disebut metode ilmiah.
Bahwasannya, ilmu senantiasa menjadi sebuah proses penyangsian terhadap sesuatu hal dengan didasari pada berpikir kritis, bersikap ilmiah, dan bertindak masuk akal.
Teori muncul dan kemudian menjadi kesepakatan komunal sebagai konsep keberadaan paradigma.
Baca Juga:
Prabowo: Terlalu Lama Kekayaan RI Dinikmati Pihak di Luar Negeri!
Ilmu memperlihatkan bahwa kebenaran dihasilkannya tak mutlak, melainkan itu bersifat sementara.
Ilmu pengetahuan juga tidak menjadikan perdebatan di kalangan para ilmuwan sampai harus membawa ke meja hijau saat ada sanggahan demi sanggahan.
Dengan demikian, ilmu mempersyaratkan adanya sikap keterbukaan baik di kalangan masyarakat ilmiah sendiri maupun publik.