*Membangun Kembali Semangat Gigih Remaja Indonesia*
Kita bisa belajar dari Oslo bukan untuk meniru, tetapi untuk menyesuaikan nilai-nilainya dengan konteks Indonesia.
Ada empat langkah penting yang dapat dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Baca Juga:
DPR Selidiki Dugaan Pungutan Rp1,2 Juta di Balik Tragedi Siswa SD NTT
Anak tidak boleh hanya dijejali pelajaran, tapi perlu diberi kesempatan menemukan minat dan rasa ingin tahunya sendiri.
Kegiatan berbasis proyek, diskusi, atau karya nyata akan membuat mereka belajar dengan hati, bukan sekadar kepala.
Membangun Komunikasi Terbuka
Remaja butuh didengar.
Ajak bicara tentang cita-cita, kegelisahan, bahkan tentang hal-hal sederhana. Ketika mereka merasa dihargai, semangat belajarnya tumbuh dengan alami.
Baca Juga:
Mengapa Anak SD di NTT Bunuh Diri?
Ubah Makna Pendidikan
Sekolah dan rumah harus menjadi ekosistem belajar kehidupan, bukan hanya tempat menilai kecerdasan. Ajarkan disiplin, kerja sama, empati, dan tanggung jawab karena itulah fondasi masa depan.
Ciptakan Komunitas Inspiratif