Proyeksi iklim ke depan juga menunjukkan potensi curah hujan ekstrem masih akan terus meningkat, khususnya pada bulan-bulan awal tahun.
Dari sisi pengamatan, BMKG mencatat curah hujan di Jakarta pada Dasarian II Januari 2026 tergolong ekstrem dan melampaui rata-rata historis sejak pencatatan dimulai.
Baca Juga:
Cegah Risiko Kelistrikan Saat Banjir, PLN Imbau Warga Matikan MCB Jika Air Masuk Rumah
“Data pengamatan beberapa stasiun BMKG di wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan curah hujan Dasarian II Januari 2026 tercatat di atas normal dan tergolong ekstrem,” ujar Ardhasena.
BMKG merinci curah hujan di Stasiun Kemayoran mencapai 412,5 milimeter, Stasiun Tanjung Priok 529,5 milimeter, dan Stasiun Cengkareng 347,2 milimeter.
“Pada ketiga stasiun tersebut, data Dasarian II Januari 2026 merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Ardhasena.
Baca Juga:
BNPB Imbau Kewaspadaan, Potensi Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
Dalam beberapa hari terakhir, hujan harian tertinggi tercatat terjadi pada 18 dan 23 Januari 2026 dengan kategori lebat hingga ekstrem atau lebih dari 50 milimeter per hari.
Beberapa wilayah mencatat curah hujan sangat tinggi, antara lain Kota Depok sebesar 300 milimeter per hari dan Ujung Menteng, Jakarta Timur, sebesar 217 milimeter per hari.
Selain itu, Bendung Cikarang mencatat 211 milimeter per hari, Bendung Lemah Abang 209 milimeter per hari, serta Bendung Bekasi 205 milimeter per hari.