Dijelaskan
pula tentang gaya pacaran yang sehat, yaitu sehat fisik, sehat emosional, sehat sosial, dan
sehat seksual.
"Selain
itu, pernah juga muncul hal kontroversial di buku ajar Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI SMA di mana ditemukan muatan yang
membolehkan membunuh orang musyrik," papar Huda.
Baca Juga:
Polri di Bawah Presiden, Pilihan Prinsipil dalam Reformasi Keamanan
Selain
banyak muncul hal kontroversial di buku ajar, kata Huda, banyak hal berbau
politis yang masuk ke soal-soal ujian di sekolah.
Kasus
terbaru, lanjut dia, adalah munculnya nama Ganjar yang identik dengan nama
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di dalam soal buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
terbitan PT Tiga Serangkai tahun 2020.
Huda
menyebut, dalam buku itu ada soal yang menggambarkan Ganjar tidak pernah
bersyukur, karena setiap Idul Adha tidak pernah berkurban dan tidak
pernah salat.
Baca Juga:
BPOM Ungkap 8 Obat Paling Sering Dipalsukan, Warga Diminta Waspada
"Sebelumnya
juga muncul nama Megawati dan Anies dengan framing
menyudutkan satu pihak dan menglorifikasi pihak lain dalam soal ujian bagi
siswa di DKI Jakarta," ucap Huda.
Politikus
PKB tersebut menilai, fakta-fakta tersebut menunjukkan jika memang ada
kelemahan pengawasan terkait penerbitan buku ajar maupun soal ujian bagi
peserta didik di Indonesia.
Kondisi
tersebut, menurut Huda, harusnya menjadi fokus bagi Kemendikbud untuk
memperbaikinya ke depan.