Langkah serupa juga ditempuh Republik Ceko. Pada Juli lalu, pemerintah negara tersebut melarang seluruh instansi pemerintahan menggunakan layanan DeepSeek karena kekhawatiran terhadap keamanan dan pengelolaan data sensitif.
Di Prancis, otoritas perlindungan data pada Januari 2025 menyatakan akan meminta klarifikasi langsung kepada DeepSeek.
Baca Juga:
Microsoft Dorong Pengguna Windows Tinggalkan Chrome, Ini Alasannya
Otoritas ingin memahami lebih jauh mekanisme kerja sistem AI perusahaan tersebut, termasuk potensi risiko yang dapat mengancam privasi pengguna.
Sementara itu, Jerman mengambil pendekatan berbeda dengan meminta Apple dan Google untuk menghapus aplikasi DeepSeek dari toko aplikasi mereka. Permintaan ini dilandasi kekhawatiran serius terhadap keamanan data pengguna.
India juga tidak tinggal diam. Kementerian Keuangan India menginstruksikan para pegawainya untuk menghindari penggunaan berbagai alat AI, termasuk ChatGPT dan DeepSeek, dalam kegiatan resmi.
Baca Juga:
Lansia Ditipu Oknum Mengaku Petugas Dukcapil, Wali Kota Jaktim Tegaskan Pelaku Bukan ASN
Langkah ini diambil karena penggunaan AI dinilai berpotensi membahayakan kerahasiaan dokumen dan data pemerintah.
Italia sempat memblokir aplikasi DeepSeek pada Januari 2025 karena minimnya transparansi terkait pemanfaatan data pribadi pengguna.
Meski demikian, otoritas persaingan usaha Italia kemudian menutup penyelidikan atas dugaan kegagalan DeepSeek dalam memberikan peringatan soal potensi informasi keliru, setelah perusahaan menyetujui sejumlah komitmen yang bersifat mengikat.