Di Belanda, otoritas perlindungan data mengumumkan penyelidikan resmi terhadap praktik pengumpulan data DeepSeek.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat lunak tersebut.
Baca Juga:
Microsoft Dorong Pengguna Windows Tinggalkan Chrome, Ini Alasannya
Selain itu, pemerintah Belanda melarang pegawai negeri sipil menggunakan aplikasi ini dengan alasan kebijakan keamanan terhadap negara-negara yang memiliki program siber ofensif.
Korea Selatan turut mengambil langkah tegas. Pada pertengahan Februari, otoritas perlindungan data negara itu menangguhkan unduhan baru aplikasi DeepSeek setelah perusahaan mengakui belum sepenuhnya mematuhi aturan perlindungan data pribadi.
Akses pegawai pemerintah terhadap aplikasi ini juga sempat diblokir sementara, sebelum akhirnya kembali dibuka pada akhir April.
Baca Juga:
Lansia Ditipu Oknum Mengaku Petugas Dukcapil, Wali Kota Jaktim Tegaskan Pelaku Bukan ASN
Taiwan juga memberlakukan larangan total penggunaan DeepSeek di seluruh instansi pemerintahan.
Larangan ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap risiko keamanan nasional, potensi sensor, serta kemungkinan data pengguna disimpan atau diakses di China.
Namun, sikap berbeda justru ditunjukkan Rusia. Presiden Vladimir Putin pada awal Februari menginstruksikan Sberbank untuk menjalin kerja sama dengan peneliti China dalam pengembangan proyek kecerdasan buatan bersama, termasuk dengan pihak-pihak yang terkait di China.