Di Amerika Serikat, pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan penerapan sanksi yang berpotensi menghambat DeepSeek dalam memperoleh teknologi asal AS.
Selain itu, pemerintah AS juga membahas kemungkinan pembatasan akses warga Amerika terhadap layanan AI tersebut.
Baca Juga:
Microsoft Dorong Pengguna Windows Tinggalkan Chrome, Ini Alasannya
Tekanan terhadap DeepSeek di AS juga datang dari legislatif. Sejumlah anggota parlemen mendesak Departemen Pertahanan untuk memasukkan DeepSeek ke dalam daftar perusahaan yang diduga memberikan dukungan terhadap militer China.
Sebelumnya, para senator Partai Republik juga meminta Departemen Perdagangan mengevaluasi potensi celah keamanan data dari model AI open source asal China, termasuk DeepSeek.
Meningkatnya pengawasan dan pembatasan di berbagai negara ini menegaskan bahwa isu keamanan data, privasi, dan kedaulatan digital menjadi faktor krusial dalam penerimaan teknologi kecerdasan buatan lintas negara, khususnya yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis di China.
Baca Juga:
Lansia Ditipu Oknum Mengaku Petugas Dukcapil, Wali Kota Jaktim Tegaskan Pelaku Bukan ASN
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.