WWA menyebut gelombang panas serupa pada Juni 1976 diperkirakan akan sekitar 3,5 derajat celsius lebih dingin pada siang hari dibandingkan kondisi 2026.
Perbedaan beberapa derajat terlihat kecil di atas kertas, tetapi dalam kesehatan manusia angka itu dapat menjadi batas antara tidak nyaman, sakit, dan meninggal dunia.
Baca Juga:
Polisi Dihujani Batu Saat Selamatkan Wanita yang Disekap Mantan Pacar di Kendari
Peneliti Imperial College London yang ikut dalam analisis WWA, Clair Barnes, mengatakan dunia belum cukup cepat menahan laju pemanasan global.
“Kita belum melakukan cukup banyak untuk memperlambat pemanasan global saat ini,” ujar Barnes.
Ia mengingatkan bahwa selama pemanasan terus berlanjut, rekor suhu akan semakin sering terlampaui.
Baca Juga:
Polisi Kejar Komplotan Pencopet WNA di Kuningan Usai Video Viral Beredar
“Maka kita harus memperkirakan rekor suhu akan semakin sering terpecahkan,” katanya.
Pernyataan itu menjelaskan mengapa gelombang panas Eropa tidak bisa dilihat sebagai kejadian tunggal.
Gelombang panas ini adalah bagian dari pola yang makin sering muncul ketika emisi terus menumpuk di atmosfer.