Bagi lansia dan penderita penyakit kronis, beban tambahan itu bisa berakibat fatal.
WHO mencatat paparan panas ekstrem meningkat secara eksponensial di berbagai wilayah akibat perubahan iklim.
Baca Juga:
Polisi Dihujani Batu Saat Selamatkan Wanita yang Disekap Mantan Pacar di Kendari
WHO juga mencatat angka kematian terkait panas pada kelompok usia di atas 65 tahun meningkat sekitar 85 persen antara periode 2000-2004 dan 2017-2021.
Itu sebabnya gelombang panas tidak boleh dianggap sebagai cuaca tidak nyaman semata.
Bagi kelompok rentan, panas ekstrem adalah ancaman langsung terhadap nyawa.
Baca Juga:
Polisi Kejar Komplotan Pencopet WNA di Kuningan Usai Video Viral Beredar
Kondisi juga makin berbahaya ketika warga mencari cara mendinginkan tubuh di tempat yang tidak aman.
Di sejumlah negara, kematian akibat tenggelam meningkat karena warga berenang di kanal, sungai, atau perairan terbuka yang tidak diawasi.
Artinya, gelombang panas tidak hanya membunuh lewat suhu udara, tetapi juga lewat perilaku darurat yang muncul karena warga tidak punya akses aman untuk mendinginkan tubuh.