Namun, ketika panas bertahan berhari-hari dan malam tetap gerah, tubuh kehilangan waktu untuk memulihkan diri.
Penasihat Kesehatan WHO-WMO Climate and Health Joint Office, Lachlan McIver, menyebut paparan panas selama beberapa hari sangat berbahaya terutama ketika suhu malam tetap tinggi.
Baca Juga:
Polisi Dihujani Batu Saat Selamatkan Wanita yang Disekap Mantan Pacar di Kendari
“Paparan berkepanjangan selama beberapa hari membuat tubuh memasuki hari berikutnya dalam keadaan sudah tertekan,” ujar McIver.
Ia menegaskan kelompok paling berisiko adalah lansia, anak kecil, ibu hamil, pekerja luar ruangan, tunawisma, serta orang dengan penyakit kronis.
“Tekanan panas dapat menyerang siapa saja ketika suhu cukup ekstrem dan berlangsung cukup lama,” katanya.
Baca Juga:
Polisi Kejar Komplotan Pencopet WNA di Kuningan Usai Video Viral Beredar
Inilah sebabnya gelombang panas sering disebut sebagai pembunuh senyap.
Korban tidak selalu jatuh di jalanan, tetapi bisa terjadi di rumah, apartemen, panti jompo, lokasi kerja, hingga ruang-ruang yang tidak memiliki pendinginan memadai.
Kota Menjadi Perangkap Panas