Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, secara terbuka menyatakan bahwa “lima jet India, termasuk tiga Rafale dan satu Mirage 2000, dijatuhkan oleh rudal PL-15E yang ditembakkan dari J-10C AU Pakistan.”
Klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah India, namun cukup untuk mengguncang keyakinan regional terhadap dominasi teknologi udara Barat.
Baca Juga:
Gegara Rudal S-400, Turki Kembali Gagal Ikut Program F-35 Amerika
Di tengah ketegangan Indo-Pasifik, banyak negara kini mempertimbangkan ulang pilihan alutsista mereka.
Di pameran LIMA 2025 di Langkawi, Malaysia, versi ekspor J-10C, yakni J-10CE, menjadi sorotan utama di stan China.
Jet ini menarik minat luas dari delegasi dan analis internasional.
Baca Juga:
Kontrak Rafale dan F-15EX, Indonesia Tancap Gas Perkuat Pertahanan Udara
“J-10CE menunjukkan performa luar biasa dalam simulasi dan data tempur. Ini bukan lagi jet yang dipandang sebelah mata,” tulis Global Times.
CATIC, badan ekspor pertahanan China, kini gencar memasarkan J-10CE ke pasar Asia, termasuk ke Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.
Mereka menyodorkan J-10CE sebagai solusi modern dan terjangkau tanpa komplikasi geopolitik ala Barat.