Sampai saat
ini, Wiraga menjelaskan, polisi terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan
saksi untuk memperkuat dugaan 5 oknum kader Pemuda Pancasila tadi melakukan
tindak pidana percobaan pencurian yang disertai dengan kekerasan atau
pemerasan.
"Biar kuat
dululah bukti-buktinya, dan enggak ada untungnya buat kita untuk bela
premanisme," katanya.
Baca Juga:
Pasca Disita, KPK Kembalikan 11 Mobil Mewah pada Ketum Pemuda Pancasila
"Saat ini,
kita sedang mencari alat bukti yang lain, kita juga sedang koordinasi dengan
saksi ahli terkait bahasa, kemudian komunikasi, dan harus mencari pendapat dari
pengadilan dan sebagainya, kita sedang progres," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya,
beredar video aksi premanisme yang terjadi di Pasar Jepon, Blora, pada Kamis
(6/5/2021) pagi.
Sejumlah orang
yang mengaku sebagai anggota ormas Pemuda Pancasila meminta uang untuk mengisi
kas keuangan di markasnya.
Baca Juga:
BPPH Pemuda Pancasila Imbau Masyarakat Jaga Moral Bangsa dengan Menghormati Para Pemimpin Negara
Ketua MPC Pemuda Pancasila
Blora, Munaji, sempat membantah anggotanya melakukan aksi premanisme.
Terkait dengan peristiwa
yang terjadi di Pasar Jepon, ia mengatakan semata-mata sebagai respons atas
banyaknya aksi rentenir yang meresahkan.
"Kejadian
di Pasar Jepon itu kaitannya dengan merajalelanya rentenir di wilayah Pasar
Jepon," ujar Mbah Munaji dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis
(6/5/2021).