WAHANANEWS.CO, Jakarta – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menilai bermain golf merupakan cara yang ampuh untuk melakukan negosiasi bisnis dengan mitra asing.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat hadir sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero), termasuk subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama periode 2018 hingga 2023. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga:
Roy Suryo Dkk Hadirkan Sejumlah Ahli Meringankan Kasus Laporan Ijazah Palsu
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebutkan lapangan golf menjadi tempat negosiasi minyak paling murah dan sehat.
Sebab, kata dia, tempat lainnya, seperti klub malam merupakan tempat yang mahal untuk menjamu para pengusaha minyak serta tidak sehat.
"Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat paling murah. Jemur, jalan, murah, dan bayarin anggota main itu sangat murah," ujar Ahok dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026) mengutip ANTARA.
Baca Juga:
Kejagung Ungkap Kasus Dugaan Korupsi yang Seret Dua Eks Dirjen Pajak
Saat masuk ke Pertamina, dirinya menyadari para pengusaha minyak dari Amerika Serikat, seperti dari Exxon dan Chevron, cenderung senang bermain golf.
Untuk itu, guna menemani para pengusaha sembari bernegosiasi, Ahok pun terpaksa belajar bermain golf hingga pergi ke sekolah golf.
"Karena misalnya saya nego dengan Exxon, saya mau minta bagian saham, itu ada negosiasi di lapangan golf. Nah, itu biasa," tuturnya.