Di momentum yang sama, eks kader NasDem Bestari Barus juga resmi bergabung dengan PSI dan menilai perpindahan partai sebagai hal yang lumrah dalam sistem politik Indonesia.
"Dalam sistem perpolitikan kita ini sangat dimungkinkan bahwa pertemuan antara satu sampai dua partai atau bahkan lebih terjadi dalam hal-hal yang strategis," kata Bestari.
Baca Juga:
Delapan Fraksi DPR Sepakat RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 Dilanjutkan, Soroti Efektivitas Belanja Negara
Ia menyebut koalisi maupun perpindahan partai bisa dipicu agenda strategis seperti Pilkada, Pemilu, hingga Pilpres.
"Pilkada kah, Pemilu damai kah, atau Pilpres kah, peluang berkoalisi itu selalu ada karena kesamaan pandang," ujarnya.
Isu kepindahan Rusdi Masse pun kian menguat mengingat posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR yang menggantikan Ahmad Sahroni pasca polemik demonstrasi Agustus 2025.
Baca Juga:
Ali Mazi Dorong RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan, Soroti Ketimpangan Infrastruktur Pulau Terluar
Fenomena ini dinilai sebagai sinyal kuat konsolidasi politik PSI jelang agenda-agenda besar nasional.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai faktor kawan seperjuangan menjadi salah satu pemicu utama kepindahan kader NasDem ke PSI.
"Sepertinya karena faktor kawan seperjuangan," kata Adi Prayitno saat dihubungi Sabtu (24/1/2025).