Putusan itu menuai kontroversi. Majelis hakim dianggap mengabaikan bukti-bukti seperti CCTV dan visum korban.
MA akhirnya membatalkan vonis PN Surabaya itu dan memvonis Ronald Tannur lima tahun penjara.
Baca Juga:
Wajah Terbungkus Plastik, Pria Ditemukan Tewas Misterius di Kamar Kos Bandarlampung
Belakangan terungkap bahwa tiga hakim PN Surabaya yang memberikan vonis bebas kepada Ronald Tannur diduga menerima suap. Tiga hakim itu terjaring operasi tangkap tangan oleh Kejaksaan Agung.
Penangkapan tiga hakim ini merembet. Belakangan, ada dugaan suap terhadap Mahkamah Agung.
Dugaan ini setelah Kejagung menetapkan eks Kepala Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung Zarof Ricar sebagai tersangka.
Baca Juga:
Cegah Kriminalitas, Polres Sibolga Imbau Integrasi CCTV Swalayan ke Monitoring Center
Zarof ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut mufakat membantu suap hingga total Rp5 miliar agar Ronald Tannur tetap divonis bebas di tingkat kasasi.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.